Selasa, 15 Juli 2008

Seabad Kebangkitan Nasional Diperingati Dalam Suatu Upacara di Pasarwajo

Pagi itu, Jum'at (23/5), di beranda atau halaman depan Kantor Bupati Buton di Pasarwajo tertata apik, sejumlah kursi berjejer dengan rapi di bawah tenda knock down, ada spanduk besar yang bertuliskan "Semangat 100 Tahun Kebangkitan Nasional Kita Tingkatkan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Menuju Indonesia yang damai, demokratis dan sejahtera".
Di pintu masuk kantor ini dihiasi dengan umbul-umbul dan sejumlah aksesoris lainnya yang diusahakan oleh Drs. La Ode Sarafa, Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setda) sedangkan di bagian belakang diparkir puluhan kendaraan roda empat plat merah yang digunakan oleh sejumlah pejabat.
Pada kursi depan telah duduk sejumlah pimpinan daerah atau pejabat yang mewakili, antara lain Kapolres Buton AKBP Agus Salim, Kapten La Gamba, AKP Edward, Dan Posal Bau-bau Letda Andi Husain, Drs. H. Rasyid Mangura.

Kemudian pada kursi kedua ditempati oleh para pejabat eselon II dan di belakang mereka duduk sejumlah pejabat eselon III.

Di lapangan upacara telah siap para peserta upacara seperti TNI/Polri, Pasukan POl PP, PNS, Mahasiswa, SMA, SMP, SD, dan para tokoh pendidik.

Tepat pada pukul 9.00 WITA, Bupati Buton Sjafei Kahar tiba di lapangan upacara yang dijemput oleh Drs. H. Lutfi Hasmar, S. Sos, M. Sc. selaku Kepala Badan Infokom PDE Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Buton. Dalam hitungan menit AKP (Pur) M. La Saleh selaku Perwira Upacara melapor bahwa upacara siap dimulai dan pembawa acara, Ariyanti, memberikan aba-aba bahwa Inspektur Upacara mengambil tempat, maka Ipda L. Harula, Polres Buton, selaku Komandan Upacara memerintahkan untuk memberikan penghormatan kepada Inspektur Upacara.
Sebagaimana upacara lainnya maka upacara ini juga dinyanyikan lahu Indonesia Raya, Padamu Negeri, Satu Nusa Satu Bangsa, dan Maju Tak Gentar oleh pelajar SMP 1 Negeri Pasarwajo, pembacaan Pembukaan UUD 1945, dibacakan oleh Abdul Rahman, SH., dan pembacaan do'a oleh Drs. Arifin M.

Kemudian Inspektur Upacara Sjafei Kahar membacakan sambutan tertulis Presiden RI yang mengharapkan apa pun tantangan kita di depan, kita harus mempertahankan dan memperkuat tiga kekuatan bangsa, kemandirian, daya saing, dan peradapan bangsa yang tinggi, karena dengan kekuatan tersebut kita dapat melangkah menuju Indonesia yang aman, damai, adil, demokrasi, dan sejahtera. (Inkom Kab Buton)


http://datatik.depkominfo.go.id

100 th Kebangkitan Nasional

Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting, yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Tokoh-tokoh kebangkitan nasional, antara lain: Sutomo, Gunawan, dan Tjipto Mangunkusumo, dr. Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), dr. Douwes Dekker, dll

Selanjutnya pada 1912 berdirilah partai politik pertama Indische Partij. Pada tahun ini juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (Yogyakarta) dan Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera di Magelang.

Suwardi Suryoningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis Als ik eens Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda), 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah jajahan Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryoningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi “karena boleh memilih”, keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Indonesia.

Saat ini, tanggal berdirinya Boedi Oetomo, 20 Mei, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.


Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.


zwani.com myspace graphic comments
Graphics for Welcome Comments